No products in the cart.
Inspirasi & Tips Sonojati
Seni Merawat Furnitur Jati agar Tahan Lintas Generasi
Kayu jati (Tectona grandis) bukan sekadar material pembuat perabotan; ia adalah sebuah warisan. Sejak zaman kerajaan nusantara, jati telah menjadi simbol kekuatan, kemewahan, dan keanggunan. Furnitur yang terbuat dari kayu jati asli tidak hanya mampu bertahan bertahun-tahun, tetapi bisa melintasi generasi jika dirawat dengan penuh kasih sayang.
1 Sentuhan Lembut Harian
Bersihkan debu secara rutin menggunakan kain microfiber yang lembut dan kering. Hindari penggunaan bahan kimia keras atau cairan pembersih berbahan dasar silikon secara berlebihan, karena dapat merusak lapisan pelindung (finishing) alami kayu dan menutupi pori-porinya.
2 Nutrisi Kelembapan untuk Kayu
Layaknya kulit manusia, kayu jati juga membutuhkan kelembapan agar tidak retak termakan cuaca. Gunakan teak oil (minyak jati) atau lilin lebah (beeswax) khusus furnitur setiap 3-6 bulan sekali. Gosok perlahan searah serat kayu untuk mengembalikan kilau alami dan warna madu hangat yang menjadi ciri khasnya.
3 Perisai dari Cahaya Matahari
Meski kayu jati sangat kokoh, paparan sinar matahari langsung yang terus-menerus dapat memudarkan warnanya perlahan menjadi abu-abu keperakan (dikenal dengan sebutan patina). Jika Anda lebih menyukai warna cokelat pekatnya, tempatkan furnitur Anda sedikit menjauh dari jendela utama atau gunakan gorden tipis (vitrase) pada siang hari yang terik.
“Furnitur jati yang dirawat dengan cinta akan menyimpan memori keluarga Anda, menjadi saksi bisu dari setiap tawa dan kehangatan cerita di ruang keluarga.”
Ulasan Pelanggan
Kisah Nyata dari Rumah Mereka
Kepuasan Anda adalah prioritas kami. Lihat bagaimana produk furnitur Sonojati melengkapi keindahan rumah para pelanggan kami.









